Jumat, 27 Januari 2012

Istilah pada Android

aya ingin coba share Istilah-istilah Android yang sering digunakan : ISTILAH ISTILAH ANDROID APK == Android Package, kyk IPA di iPhone (buat pngguna iPhone), SISdi Symbian s60 (ga tau sih skrg masih sis ap ngga), atau JAR di BB(buat pengguna BB) dan java based devices lainnya.. intinya, file2 dgnekstensi .apk bisa digunakan untuk menginstall aplikasi di androiddevice.. BRICK(ed) == kondisi dmana device sudah tidak bisa di-recover,sehingga bisa dianggap seperti batu-bata (brick) yg dapat digunakanuntuk ngelempar anjing (kalau dbutuhkan).. adb = command buat ngejembatani perintah di android lewat pc..klo adb shell termasuk bagiannya..extensi command adb ada banyak bro, seperti adb push, adb pull, adb install dll...syarat adb bisa jalan = driver adb mesti sdh terpasang di pc...biasanya di device manager (windows) akan terlihat andoid adb composite device, driver adb biasanya dari vendor pembuat devicenya..klo nexus, htc magic, dream bisa pakai driver bawaan usb...kalo motorola milestone bisa dari cd bawaannya atau pakai motorola software update... adb.exe = bisa di ambil dari sdk (dah include didlm android sdk)..ada di folder tools, untuk mengetahui fungsi command adb bisa dgn mengetik "adb help" ISTILAH ISTILAH ANDROID adb shell logcat = buat mengetahui proses yg terjadi diandroid, berguna banget saat experiment flashing rom... IMAP = Internet Message Access Protocol, salah satu protocol untuk retreive email selain POP3 POP3 = Post Office Protocol 3, salah satu protocol TCP/IP port 110 dalam menarik email ISTILAH ISTILAH ANDROID Widget = salah satu aplikasi yang GUI nya lebih bersifat interaktif ISTILAH ISTILAH ANDROID GUI = Graphical User Interface , interface aplikasi yang lebih bersifat graphic (gambar ? ) GMS = Google Market Services, tempat download nya aplikasi2 di Android (kayak apps store di iphone, appworld di BB) Root = super user di salah OS (dalam hal ini Android) nge-root = proses untuk merubah privilage dari user biasa jadi rootISTILAH ISTILAH ANDROID Apps2SD = Proses memindahkan/menyimpan aplikasi ke SDcard selain ke memori internal, AOSP = Android Open Source Project, Boot = Proses menghidupkan handheld, Bootloader = gabungan SPL dan IPL yg menjadi dasar dr sebuah device, ISTILAH ISTILAH ANDROID Bootloader Mode - FASTBOOT load = Tombol Camera + Power, pada mode boot ini, kita bisa meng-install image sebuah sistem yang ada/ditaruh di SDcard dengan menekan tombol Power lagi, Cache2SD = Proses memindahkan/menyimpan Cache dari ROM ke SDcard, Diagnostic Mode = Tombol Capture + Power. mode boot untuk test ( pake tombol volume untuk pilih item ), Normal Mode : cara normal menghidupkan handheld, ISTILAH ISTILAH ANDROID OTA : Over The Air, suatu metode pengiriminan data, biasanya istilah dipake pd aktifitas meng-update (istilah lainna mgkn download), Recovery Mode : Tombol Home + Power, pada mode boot ini, kita bisa ISTILAH ISTILAH ANDROID membuka shell..mem-flash image..bikin Backup maupun Restore. Teken Safe Mode : Tombol Menu + Power, boot handheld secara normal tetapi tanpa registrasi dengan Google, makana aplikasi2 yg berhubungan denganna gk bakalan berfungsi ( Map, Gmail account, Market, dll) Firmware/ROM Kumpulan semua software, system, driver dan file boot yang dibutuhkan untuk menjalankan OS android Flash/Flashing Metode yang dilakukan untuk upgrade ROM Firmware.. Kernel Pengelolaan semua system driver dan sistem I / O, sehingga mereka dapat berinteraksi satu sama lain. Multitouch Sebuah fitur touchscreen yang memungkinkan layar dapat menangkap lebih dari satu input sentuhan. Brick Kondisi dimana Device android tidak dapat digunakan lagi, akibat kesalahan ketika flashing Firmware atau karena kerusakan fisik ISTILAH ISTILAH ANDROID ext2 filesystem yang digunakan oleh Linux Kernel, itu seperti FAT, FAT32 di windows Beta Sebuah versi percobaan, yang berarti INI BELUM SEMPURNA Sumber : Android-indonesia.com Semoga bisa bermanfaat.

Rabu, 25 Januari 2012

Mengenal OS Android (Si Robot Hijau)


Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler
yang berbasis Linux. Android menyediakan platform
terbuka bagi para pengembang buat menciptakan
aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam
peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android
Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk
ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android,
dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34
perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan
telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola,
Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007,
Android bersama Open Handset Alliance menyatakan
mendukung pengembangan standar terbuka pada
perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–
kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi
perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi
Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari
Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua
adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa
dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open
Handset Distribution (OHD).
Sejarah
Kerjasama dengan Android Inc.
Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc.,
perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika
Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di
antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris
White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android
Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon
seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google
hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan
Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas
mengembangkan program perangkat seluler yang
didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi
bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan
dalam pasar telepon seluler.
Versi Android terbaru yaitu versi 3.0.1 Android juga
sudah bergabung dengan beberapa smart mobile seperti
Samsung, Sony Ericsson dan lainnya.[rujukan?]
2007-2008: Produk awal
Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa
Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler
(akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu
jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android
pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi
oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5
Januari 2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang
bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings,
Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek
Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson,
Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring
pembentukan Open Handset Alliance, OHA
mengumumkan produk perdana mereka, Android,
perangkat bergerak ( mobile) yang merupakan modifikasi
kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan
berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan
penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android
adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008.
Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini
paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang
menggunakan Android.
Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1.
Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis
pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara),
pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan
email.
Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis
telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK
(Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake).
Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga
penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni
kemampuan merekam dan menonton video dengan
modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan
gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan
Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis
ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada
layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan
menampilkan proses pencarian yang lebih baik
dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator
dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang
memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan
dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang
dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan
Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak;
teknologi text to change speech (tidak tersedia pada
semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel
Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang
dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan
Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru
dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru,
dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan
Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat
generasi berikut, Google melakukan investasi dengan
mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik ( killer
apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $
25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih.
Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya
dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin
bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak
pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi
mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal
yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah
Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi
Android dalam situs Internet juga dianggap penting
untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh
MySpace dan Facebook.
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo)
diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap
versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash
10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih
cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google
Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada
browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card,
kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan
auto update dalam aplikasi Android Market.
Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread)
diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat
dari Android versi ini antara lain peningkatan
kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi
copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain
ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek
audio baru (reverb, equalization, headphone
virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan
Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah
kamera yang lebih dari satu.
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet.
Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih
besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda
karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga
mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat
keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang
dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah
Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform
Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat
tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari
Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.
Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa
fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan
fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan
wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan
kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat
tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan
berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
Fitur
Fitur yang tersedia di Android adalah:
Kerangka aplikasi: itu memungkinkan penggunaan dan
penghapusan komponen yang tersedia.
Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk
perangkat mobile.
Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka
OpenGL.
SQLite: untuk penyimpanan data.
Mendukung media: audio, video, dan berbagai format
gambar (MPEG4, H.264, MP3,
AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware
dependent)
Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan
accelerometer (tergantung hardware)
Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)
Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software
yang memakai basis kode komputer yang bisa
didistribusikan secara terbuka ( open source) sehingga
pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya.
Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi
seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google
Calendar.
Para penggemar open source kemudian membangun
komunitas yang membangun dan berbagi Android
berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan
fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan
kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada
microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-
paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen
fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam
suatu carrier-sanction firmware.